Beberapa hari terakhir ini, tapi sebenarnya sudah lama saya
sadari. Orang-orang rumah tampaknya punya kegemaran yang sama. Sukanya sama
tulang. Bilangnya makan ayam, tapi kenapa cuma tulangnya yang diincar (bikin
nambah pesaing saja, loh?). Kegiatan incar mengincar tulang itu
ternyata berlaku sampai ke kampus. Sejauh perhatian saya, setiap makan di kantin
mereka berebut tulang. ==”
Atau apakah cuma saya yang suka daging? Haaah ada apa dengan
tulang? Memang enak makan tulang?
Ehm *testing mic*. Seorang ahli perdagingan angkat bicara.
“Sebenarnya bukan tulangnya yang mereka makan. Tapi daging di sekitar tulang
itu.”
*ngangguk*
Saya mengerti soal itu. Tapi yang membuat saya tidak habis
pikir. Buat mereka yang menantikanku duluan makan, ataukah sengaja membagi dua
piring berisi daging dan satunya tulang. Tidak terpikirkah mereka kalau yang
untung itu ada dipihak saya? “Daging”
Hahaha.
Sebenarnya saya sedang menulis apa? Tentang daging atau
tulang? Lah sebenarnya tujuan saya kan mau memperkenalkan sahabat baru saya
(baru lahir). Iya loh. Selain Dandelion, saya juga punya dua bayi ayam (sabahat
saya ternyata kebanyakan bukan manusia =,=). Belum tau mau kasih nama apa. Ada
yang berniat menyumbangkan namanya?
![]() |
| Menanti hari kelahiran |
![]() |
| Bantu ngupasin |
![]() |
| Ciee yang habis lahiran langsung jalan |
![]() |
| Yang foto jadi bingung, jepret dari mana baiknya ^^ |
![]() |
| Ngambek atau malu? |
![]() |
| Ngantuk ternyata |
![]() |
| Yah sudah, saya berhenti |
Oiya, rencana untuk ke depannya, saya fokus dulu merawat dua bayi
ini. Kalau sudah sampai bobot badannya memenuhi standar, baru deh saya
pikirkan. Pilih daging atau tulang.








2 komentar:
hehe lucu....
Iya dong. Haha.
Posting Komentar