“...pantaskan diri Anda untuk dipilih olehnya” Mario Teguh
Kalau ada yang menanyakan itu ke saya *siapa juga yang mau tanya*. Tentu untuk saat ini saya tengah mempersiapkan jawaban terbaiknya. Untung takdir dirahasiakan. Ckck. Masih ada waktu bagi jiwa-jiwa yang merindukan sosok terbaik dari-Nya. Semoga saya berada di antara muslimah-muslimah beruntung itu.
Ngomeng-ngomeng soal takdir. Sebagaimana kematian, jodoh pun adalah takdir. Takdir adalah misteri Ilah.
Jika Umar ibn Khattab saja merencanakan kematiannya dengan doa dan harap “Ya Allah, matikan aku sebagai syahid di tanah Nabi-Mu” begitu pula lantas kita bersikap kepada jodoh, rezki, dan jalan hidup kita. Sebab ia misteri, kita diberi keluasan oleh Allah untuk mencitakan yang indah.
“Saat kita mengutamakan Allah, maka Allah akan mencukupkan kita dengan hati yang kaya, cukup Allah ukhti.” *kangen kak Can*
Ukhti owh ukhtii ...
Betapa banyak yang menyakiti
Apalagi dari kalangan lelaki
Banyak janji mengkhitbahi
Eh, tamat kuliah nggak datang-datang lagi
Jodohmu udah ada yang ngatur ukhti
Jangan takut nggak kebagian ikhwan sejati
*tidak merasa* hoz .. hoz ..
Heii, anaknya mamapapa. Lantas kenapa kita masih saja resahkan itu? Bukankah tiap-tiap makhluk sudah ditetapkan jodohnya? Jangan resahkan ukhti, citakan yang indah saja. Sudah cukup cinta cinta cinta cintaaaa. Haha dasar galauers :p
Ingat pesan mamak: “belajar ki nak” :)


2 komentar:
simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan dekap rapat-rapat di hati, Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat :)
Hmm, yang biasa dikatakan orang "indah pada waktunya". Nice. :) (28 Mei:1 Sep *plaaak*)
Posting Komentar